MUSI RAWAS, tvnews.online - Bung Zainuri Aktivis ternama di Bumi Silampari merilis keluhan masyarakat Indonesia yang bertajuk “Risiko Korupsi di Balik Hidangan Makan Bergizi Gratis” yang menyoroti tingginya kerentanan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pendekatan Corruption Risk Assessment (CRA). Kajian ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya berisiko gagal secara implementatif, tetapi juga membuka ruang bagi korupsi sistemik akibat lemahnya tata kelola, berkelindannya konflik kepentingan, serta praktik pengadaan barang dan jasa yang tidak akuntabel.
Lemahnya pengawasan membuka celah bagi praktik mark-up harga, dengan penggunaan bahan pangan berkualitas rendah atau tidak layak konsumsi. Salah satu preseden implementasi MBG adalah siswa keracunan makan siang, nilai MBG yang seharusnya 15 ribuh namun sampai ke siswa senilai sekitar 6ribuh. Belum lagi, terkait pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa.
Saat berbincang dengan awak Media Bung Zainuri Mengatakan, “Program MBG tampak menjanjikan di atas kertas, namun gagal memenuhi prasyarat tata kelola yang sehat. Tingginya kerentanan korupsi dalam program MBG menunjukkan program ini harus dimoratorium segera supaya tidak memperbesar kerugian negara,” Ujarnya (24/12/2025)
Lanjut Bung Zainuri, "Dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langka kongkrit untuk mengatasi korupsi program MBG sebelum Negara dirugikan oleh oknum-oknum yang memanfaatkan program MBG. berbagai keluhan dari masyarakat selama ini sepertinya Presiden hanya tutup mata. Jika Presiden ingin benar-benar membantu anak sekolah dengan makanan gratis segera digantikan dengan nilai uang yang langsung di berikan kepada wali siswa, dengan ini orang tua wali bisa bikin sendiri makanan bergizi dengan dana yang diberikan kepada orang tua wali". Tegas Zainuri
