Lubuk Linggau - pelaku Bernama supriyadi memilih bungkam setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap tetangganya Sendiri Suhar (51).
Pristiwa berdarah itu terjadi di RT 03 Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau Sumsel, Sabtu 24 Januari 2026 siang.
Suhar tewas dengan luka luka bacok bagian leher, jari putus dan tangan kanan dan kiri luka bacok.saat ini terduga pelaku Supriyadi sudah diamankan di Polsek Lubuklinggau Utara.
Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Chandra melalui Kanit Reskrim, Ipda Benny menyampaikan untuk motif pelaku belum diketahui karena pelaku belum bisa dimintai keterangan.
"Pelaku bungkam, saat kita mintai keterangan belum mau bicara sama sekali," ungkap Benny.
Sebelumnya diberitakan, Anggota Polsek Lubuk Linggau Utara I Polres Lubuk Linggau langsung olah TKP, usai mendapat laporan adanya kejadian pembunuhan di RT3 Kelurahan Marga Bakti Kecamatan Lubuk Linggau Utara I, Sabtu 24 Januari 2026.
Hasil olah TKP diketahui, pelaku Supriadi (30), warga RT3 Kelurahan Marga Bakti Kecamatan Lubuk Linggau Utara I yang membacok tetangganya sendiri, Suhar (50) di depan rumah pelaku menggunakan parang.
Kejadian pembacokan ini diketahui warga di TKP sekitar pukul 10.30 WIB.Saat itu warga melihat pelaku berlari membawa parang yang digunakannya untuk membacok, sementara korban terkapar didepan rumah pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara, Ipda Benny Kurniawan saat dikonfirmasi Awak media menceritakan kronologi kejadian.
Kanit menjelaskan, saat kejadian korban sedang dalam keadaan berduka karena ayahnya baru saja meninggal dunia, Jumat 23 Januari 2026 dan dimakamkan tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun saat pemakaman sang ayah, korban tidak ikut namun pergi ke rumah pelaku.
"Saat kejadian tidak ada warga yang melihat, karena masih fokus menghadiri pemakaman ayah korban. Hanya saja, sebelum kejadianadawarga yang melintas rumah pelaku, melihat korban dan pelaku ngobrol didepan rumah pelaku. Setelah itu tidakadayang lihat, tiba-tiba pelaku berlari membawa parang sementara korban ditemukan terkapar didepan rumah," jelas Kanit.
Korban mengalami lebih kurang 8 bacokan, di leher, ditangan dan bagian tubuh lainnya, korban Sempat di bawa ke Rumah Sakit namun karena pendarahan hebat yang diderita, belum sampai RSUD Siti Aisyah, korban meninggal dunia.
"Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek sedang kita introgasi awal, namun karena masih syok pelaku belum mau bicara apa yang membuat ia nekat membacok korban hingga 8 kali bacokan tersebut," ungkap Kanit.
Namun keterangan dari keluarga maupun warga, keduanya tidak pernah terlihat ada masalah dan tidak pernah terlibat perselisihan.
"Sehari-hari, pelaku dan korban sama-sama petani. Dan informasi dari warga maupun keluarga tidak pernah cekcok, atau terlibat pertengkaran. Jadi motifnya kita belum bisa simpulkan.
tersinggung, melihat bacokan yang dilakukan pelaku. Tapi kita belum bisa simpulkan. Nanti kalau pelaku sudah bisa kita ajak bicara, kita introgasi lagi apa yang menyebabkan ia nekat membacok korban," ungkapnya lagi.
Pelaku selama ini tinggal sama ibu dan kakaknya, sementara korban tinggal sendirian.
